sejarah-hiragana-dan-katakana

Sejarah Hiragana dan Katakana

Di Jepang ada tiga huruf yang digunakan yaitu kanji, hiragana dan katakana. Ketiga huruf ini memiliki hubungan sejarah yang unik untuk dikulik Oleh karena itu sebelum belajar cara menulis huruf Jepang, sebaiknya kita menengok sejenak ke belakang untuk mengenal sejarah hiragana dan katakana.

SEJARAH HIRAGANA DAN KATAKANA

HIRAGANA

Awalnya di Jepang hanya ada huruf kanji yang dikenalkan oleh negara Cina. Hingga pada zaman Heian, karena penulisan kanji sangat rumit, seorang pendeta yang juga seorang penulis membuat hiragana yang dikembangkan dari huruf kanji tersebut.

Walau hiragana telah dibuat, saat itu hanya digunakan oleh kaum perempuan dalam membuat surat, puisi, cerita, esai dan lainnya. Sehingga, dijadikan kesempatan oleh kaum perempuan dalam perkembangan sastra wanita. Seperti “Tosa Nikki” karya Ki No Tsurayuki (tahun 935), “Makura No Sōshi” karya Sei Shōnagon (tahun 1001) sebuah kumpulan esai, dan “Genji Monogatari” karya Murashaki Shikibu (tahun 1008) sebuah hikayat genji.

Lalu, adanya perpindahan ibu kota ke Heian, penggunaan hiragana diaplikasikan dalam penulisan dokumen yang biasanya menggunakan huruf kanji.

KATAKANA

Katakana lahir bersamaan dengan hiragana. Sama halnya dengan hiragana, katakana berasal dari huruf kanji.

Sejak agama Budha dari Cina masuk ke Jepang. Para pendeta menyalin kitab yang berbahasa cina. Namun, karena mengalami kesulitan dalam penulisan kanji yang rumit sehingga hanya menuliskan beberapa coretan dari kanji tersebut.

Baca Juga: Memperkenalkan Diri dalam Bahasa Jepang

PEMBENTUKAN HIRAGANA DAN KATAKANA

Hiragana dibuat dari kanji yang disederhanakan. Sedangkan katakana diambil dari bagian kanji itu sendiri. Silahkan perhatikan gambar berikut ini.

pembentukan hiragana
Pembentukan Hiragana, sumber: jpnculture.net
pembentukan katakana
Pembentukan Katakana, sumber: jpnculture.net

Dengan seiringnya perkembangan zaman, penulisan di Jepang kini menggunakan kanji, hiragana dan katakana. Baik itu dalam lingkup pemerintahan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari kerumitannya, kanji tidak dapat dihilangkan. Karena dalam bahasa Jepang banyak kosakata sama dengan arti yang berbeda. Cara membedakan artinya dengan melihat huruf kanjinya dan pelafalan. Seperti contoh berikut ini:

雨 = Ame = Hujan

飴 = Ame = Gula-Gula/Permen

Demikianlah sedikit sejarah tentang hiragana dan katakana. Untuk sejarah kanji akan diposting terpisah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *